Home » , » Telepon genggam (handphone)

Telepon genggam (handphone)

Written By Anisa indra on Thursday, April 07, 2011 | 6:33 PM


Awal telepon dibuat hanya terbatas pada telepon tetap (fixed line telephone). Namun sejak 3 April 1973, kita telah dikenalkan pada suatu teknologi telepon genggam, atau yang sekarang banyak orang menyebutnya dengan nama handphone (HP). Saat ini, handphone telah banyak digunakan oleh masyarakat luas. Selain untuk berkomunikasi, ternyata handphone juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup, penampilan, tren dan prestise (gengsi).

Handphone
Dengan kecanggihan teknologi, kini handphone telah dibuat dengan berbagai macam bentuk dan ukuran, sehingga semakin menarik dan semakin bermacam-macam. Fitur-fitur yang ditambahkan didalamnya, juga sangat kompleks. Mulai dari kamera digital, radio FM, pemutar MP3/MP4, video, dan berbagai jenis permainan yang sangat menarik.

Teknologi telepon genggam atau telepon seluler, adalah merupakan gabungan dari teknologi telepon dengan teknologi radio yang mengirimkan sinyal suara melalui gelombang radio. Karena bersifat nirkabel (wireless), maka telepon tersebut sangat memungkinkan untuk terjadi adanya komunikasi bergerak.

Di Indonesia terdapat dua teknologi handphone, yaitu: Global System for Mobile Comunication (GSM) dan Code Division Multiple Access (CDMA). Secara prinsip, perbedaan antara keduanya adalah: cara penggunaan kode dan pemancar frekuensi yang digunakan.

GSM (Global System Mobile Comunication)

GSM awalnya adalah merupakan akronim dari Group Special Mobile, yaitu: sebuah badan gabungan dari para ahli di Amerika yang melakukan studi bersama, untuk menciptakan suatu standar GSM. Kemudian, akronim GSM diganti dengan Global System for Mobile Comunication. GSM mempunyai pengertian sebagai sistem telekomunikasi bergerak yang menggunakan sistem seluler telepon digital. Sistem ini memiliki banyak kelebihan bila dibandingkan dengan telepon tradisional, dan diantaranya adalah: suara yang dihasilkan menjadi lebih jernih, efisiensi spektrum atau frekuensi meningkat, mempunyai kemampuan optimal sistem yang ditunjukkan dengan kemampuan kompresi dan coding data digital. GSM menggunakan teknologi enkripsi (pengkodean) sebelum pesan suara dikirimkan, sehingga keamanan data menjadi lebih terjamin. GSM beroperasi pada frekuensi 900 – 1800 MHz.

Teknologi digital ini juga menggunakan handset yang sangat ringan, simpel, dan kecil, karena menggunakan semacam chip digital untuk Subscriber Identification Module (SIM). Teknologi ini akan memungkinkan untuk penambahan subscriber baru sebagai layanan tambahan seperti: voice mail, call waiting, dan Short Message Service (SMS).

Operator seluler di Indonesia yang mendominasi penggunaan teknologi GSM diantaranya adalah: Telkomsel, Indosat, Axis, Exelcomindo, dan Three.

CDMA (Code Division Multiple Access)

Untuk pertama kalinya, Code Division Multiple Access (CDMA) digunakan pada Perang Dunia ke-II oleh tentara sekutu untuk menggagalkan upaya Nazi Jerman dalam menyadap informasi dari mereka dengan cara 'mengacak pengiriman pesan'.

Informasi yang dikirim dan diterima biasanya berbentuk digital. Data digital ini kemudian dikirim sebagai sinyal radio dengan melalui jaringan nirkabel, dan menggunakan kode unik untuk membedakan masing-masing panggilan. Dengan begitu, teknologi CDMA memungkinkan lebih banyak orang untuk berbagi gelombang udara pada saat yang bersamaan, tanpa adanya gangguan sinyal di udara.

CDMA menggunakan konsep multipath fading, yaitu: ketahanan sinyal terhadap pantulan gedung-gedung sehingga, CDMA mampu menerima dan menggabungkan sinyal menjadi lebih baik. Ada dua jenis telepon seluler yang mendukung penggunaan teknologi CDMA, yakni:
  • jenis pesawat yang dikategorikan sebagai mobile handset, dengan ukuran dan fungsi seperti ponsel pada umumnya, dan ...
  • jenis pesawat berupa fixed wireless terminal, yang bentuknya menyerupai telepon tradisional rumah biasa, namun nirkabel.
Salah satu kelemahan sistem CDMA adalah cakupannya yang terbatas karena, menggunakan frekuensi 1900 Khz. Berbeda dengan GSM yang menggunakan frekuensi 900 – 1800 MHz, yaitu: semakin tinggi frekuensi, akan semakin kecil jarak yang bisa di-cover oleh sebuah Base Transceiver Station (BTS).

Mulai tahun 2007 Indonesia sudah membuat standar frekuensi untuk sistem CMDA yaitu pada 800 Mhz. Operator seluler di Indonesia yang mendominasi penggunaan teknologi CDMA antara lain: Telkom (Flexi), Bakrie Telekom (Esia), Mobile-8 (Fren), dan Smart.

Telepon genggam, dewasa ini berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon. Selain itu, juga untuk mengirim dan menerima pesan singkat atau SMS (Short Message Service). Untuk handphone kalangan menengah dan kelas atas, biasanya dilengkapi fitur untuk bertukar/berkirim foto/gambar melalui layanan MMS (Multimedia Message Service), browsing ke internet dengan layanan WAP (Wireless Application Protocol) dan GPRS (General Package Radio Service), bahkan ada juga yang bisa menonton televisi di handphone dan video call berkat fitur 3G (Third Generation). Dengan adanya fitur 3G, komunikasi dan cara memperoleh informasi menjadi lebih cepat, suara lebih jernih, bertukar data menjadi instan, dan berbagai kemudahan lainnya bisa didapatkan.

Halaman Terkait:
| Telegrap | Telepon | Televisi | Faksimili (faks) | Radio | Pocket pc (pda) | Lcd proyektor | Komputer | Internet |

0 komentar :

Post a Comment

Terima kasih, atas saran atau usulan anda.

 
Copyright © 2011-2014. Artikel teknologi - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger